RABIES

RABIES

Oleh drh. Hanik Malichatin Kasie YanKeswan

     
      RABIES 1 (MUKA)Kabupaten Lebak Provinsi Banten dinyatakan sebagai daerah tertular rabies sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 3600/Kpts/PD.640/10/2009 berdasarkan kasus gigitan anjing rabies pada manusia di Kecamatan Cibeber pada bulan November 2007. Hasil penelusuran Dinas Peternakan Kabupaten Lebak menunjukkan bahwa penyakit rabies di Kabupaten Lebak ditularkan melalui gigitan anjing. Kebijakan yang dikeluarkan untuk Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan Rabies di Kabupaten Lebak    yaitu :

  • Keputusan Bupati Lebak No : 524.3/Kep.20/Disnak/2008 Tentang Penetapan Kabupaten Lebak Sebagai Daerah Tertutup Lalulintas HPR.
  • Keputusan Bupati Lebak No : 524.3/Kep.21/Disnak/2008 Tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pencegahan, Pemberantasan Dan Penanggulangan Penyakit Rabies.
  • Instruksi Bupati Lebak No : 01 Tahun 2008 Tentang Pencegahan, Pemberantasan Dan Penanggulangan Penyakit Rabies Di Kabupaten Lebak

       Populasi anjing di Kabupaten Lebak Tahun 2015 di perkirakan :

NO KECAMATAN

POPULASI ANJING

(ekor)

MILIK LIAR JUMLAH
1. RANGKASBITUNG 99 230 329
2. CIBADAK 95 221 316
3. KALANGANYAR 27 62 89
4. MAJA 82 192 274
5. CURUGBITUNG 89 208 297
6. CIPANAS 83 193 276
7. LEBAKGEDONG 95 223 318
8. MUNCANG 35 82 117
9. SOBANG 62 143 205
10. SAJIRA 126 296 422
11. WARUNGGUNUNG 34 79 113
12. CUKULUR 55 127 182
13. CILELES 78 183 261
14. BANJARSARI 134 313 447
15. LEUWIDAMAR 39 90 129
16. BOJONGMANIK 86 200 286
17. CIRINTEN 95 223 318
18. GUNUNG KENCANA 119 278 397
19. CIMARGA 27 64 91
20. WANASALAM 61 52 113
21. MALINGPING 107 235 342
22. CIJAKU 113 264 377
23. CIGEMBLONG 114 267 381
24. CIHARA 117 218 335
25. BAYAH 473 111 584
26. PANGGARANGAN 359 114 473
27. CIBEBER 416 995 1411
28. CILOGRANG 421 92 513
JUMLAH 3.641 5.755 9.396

       Kasus gigitan anjing pada manusia di Kabupaten Lebak di Kabupaten Lebak 94,8% oleh HPR anjing. Jumlah kasus gigitan HPR tahun 2007 s/d 23 Mei 2016 sebanyak 333 kasus. Sampel yang dikirim ke laboratorium (Balai Besar Veteriner Yogyakarta dan Subang) sebanyak 40 sampel dengan hasil uji FAT 14 sampel posistif rabies dan 26 sampel negatif rabies. Sampel yang dinyatakan positif Rabies berasal dari 6 Kecamatan 17 desa yaitu Cibeber (5 desa), Bayah (4 desa), Panggarangan (2 desa), Cilograng (2 desa), Cihara (1 desa) dan Wanasalam (3 Desa). Adapun rincian jumlah kasus gigitan HPR , Sampel Otak HPR dan hasil uji FAT Tahun 2007 s/d 2016 sebagai   berikut :

 

TAHUN Jumlah Kasus Gigitan
HPR (kasus)
Jumlah Sampel Otak HPR (sampel) Hasil Uji FAT Positif/ Positif Rabies (sampel)
2007 89 3  3 (100%)
2008 93  5  1 (20%)
2009 51  4  3 (75%)
2010 35  12  7(58%)
2011 12   4  0 (0%)
2012 11  3  0 (0%)
2013 4  5  0 (0%)
2014 4  2  0 (0%)
  2015   24  1  0 (0%)
2016 (Januari – 7 Juni )                            11  1  0 (0%)

 

Kecamatan dan Desa Tertular

No. Tahun

Kecamatan

Desa

1. 2007 –        Cibeber
 
–        Bayah
–          Desa Sinargalih
–          Desa Gunung Wangun
–          Desa Bayah Barat
2. 2008 –        Bayah
–        Cibeber
–          Desa Cimancak
–          Desa Cikadu
3. 2009 –        Wanasalam
–        Bayah
–        Cihara
–          Desa Wanasalam
–          Desa Darmasari
–          Desa Citepusan
4. 2010 –        Bayah
 
–        Wanasalam
 
–        Cilograng
 
–        Cibeber
 
 
–        Panggarangan
 
–          Kp. Cibuntu Ds Suwakan
–          Kp Nyompok Ds Suwakan
–          Desa Parung Panjang
–          Ds. Ketapang
–          Kp Cibunar Ds. Cilograng
–          Kp. Wangun Ds Lebak Tipar
–          Kp Ciherang Ds. Ciherang
–          Kp Pasir Laban Ds Cibeber
–          Desa Cibeber
–          Ds. Mekarjaya
–          Kp Cipancur Ds Sogong

        Pencegahan dan Penanganan Rabies yang telah dilakukan pada tahun 2007 s/d 2016 yaitu vaksinasi, kontrol populasi, sosialisasi dan pembentukan kader kader bebas rabies ( 72 kader di 36 desa 5 kecamatan). Adapun rincian vaksinasi rabies dan kontrol populasi HPR liar tahun 2007-2016 sebagai berikut :

Tahun

Jumlah Vaksinasi HPR (ekor)

Kontrol populasi  HPR Liar (ekor)

2007 6 37
2008 413 1.069
2009 529 1.178
2010 505 623
2011 615 670
2012 360 399
2013 339 145
2014 701 75
2015 679 189
2016 ( Jan s/d Mei) 145 38

JUMLAH

4.292 4.423

        Studi kasus terhadap kasus gigitan HPR tersangka Rabies tahun 2009-2011 di Kabupaten Lebak menunjukkan bahwa Karakteristik gigitan anjing proporsi tertinggi yaitu tanpa adanya provokasi anjing (67,4%), rata-rata gigitan anjing pada manusia 1,23 orang/ekor anjing, rata-rata jarak antar korban gigitan anjing 922,1 meter, gigitan pada bagian kaki (61%), kondisi luka berbentuk lubang bekas gigitan 85,1% dan kondisi akhir korban masih hidup (98,6%). Karakteristik anjing terduga rabies proporsi terbesar merupakan anjing berpemilik tapi diliarkan (73,9%), jantan (54,8%), dewasa (74,8%) dan tidak tervaksinasi rabies (97,4%). Kemungkinan Faktor-faktor resiko kasus gigitan anjing pada manusia di Kaupaten Lebak yaitu kontak manusia dengan anjing terduga rabies, cara pemeliharaan anjing yang diliarkan, populasi anjing liar, rendahnya pengetahuan tentang rabies, kurangnya SDM dan sarana prasarana bidang kesehatan hewan, rendahnya cakupan vaksinasi, tidak ada peraturan dan sanksi pelanggaran bagi pemilik anjing. Adapun lingkungan yang menjadi faktor kasus : kebiasaan berburu dengan anjing, penggunaan anjing sebagai penjaga ladang/kebun/ternak, penggunaan anjing sebagai penjaga diri dan keberadaan hutan.        

<

p style=”text-align: justify;”>       Kader Bebas Rabies pada tahun 2014 sebanyak 72 orang di 36 Desa (5 Kecamatan) yang pernah terjadi kasus gigitan HPR dan memiliki populasi HPR yang relatif tinggi. Diharapkan kegiatan tersebut mampu meningkatkan coverage vaksinasi rabies di Kabupaten Lebak.Hasil negatif rabies dengan uji FAT di Laboratorium BPPV Subang pada sampel Otak Anjing tahun 2011 s/d 2016 diharapkan dapat mendukung Roadmap pembebasan rabies di Provinsi Banten Tahun 2018.

Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan

Kerbau : Rp. 4,5jt
Sapi : Rp. 9jt

Harga Komoditas