PENGOBATAN COCCIDIOSIS PADA AYAM MENGGUNAKAN KUNYIT

Oleh. drh. Hanik Malichatin,M.Sc

Coccidiosis atau dikenal sebagai berak darah pada ayam menyebabkan kerusakan mukosa usus sehingga mengganggu penyerapan nutrisi dan metabolisme ayam. Penyakit ini banyak menimbulkan kerugian meliputi morbiditas dan mortalitas tinggi, penurunan konsumsi pakan dan air, penurunan produksi telur dan bobot badan. Penyebab coccidiosis adalah Eimeria sp. Coccidiosis dengan gejala klinis tinja berdarah, nafsu makan menurun, kekurusan, dan sayap terkulai disebabkan oleh patogen Eimeria tenella.

Faktor yang mendukung terjadinya wabah coccidiosis diantaranya kelembaban air pada litter yang melebihi 30%, immunosupresi, stress lingkungan, kepadatan ayam berlebihan, dan ventilasi udara yang tidak mencukupi. Coccidiosis terutama menyerang ayam muda, namun ayam yang lebih tua dapat juga terinfeksi.

Kunyit merupakan salah satu tanaman obat-obatan terutama umbi induk yang telah menahun.

Kurkumin yang terkandung dalam kunyit mempunyai khasiat sebagai antiinflamasi kronis dan akut, mencegah edema pada proses peradangan. Selain sebagai antiinflamasi kurkumin juga sebagai antidiare yang berfungsi untuk antiperistaltik gastrointerstinal dan menyebabkan penurunan respon kontraksi usus halus.

Kunyit untuk pengobatan Coccidiosis pada ayam dapat diberikan dengan cara mencampurkan serbuk kunyit ke dalam pakan selama kurang lebih 6 hari berturut-turut. Pengobatan coccidiosis menggunakan  kunyit mampu mengurangi peradangan pada usus dengan di buktikan melalui peningkatan nafsu makan, teratasinya diare yang disertai berak darah, dan penurunan sel darah putih pada lokasi peradangan di usus.

Dengan pemanfaatan tanaman pekarangan seperti kunyit untuk  pengobatan tradisional pada ayam diharapkan mampu meningkatkan usaha peternakan di masyarakat.

 

Daftar Pustaka :

Mills, S dan Bone, K. 2000. Principles and Practice of Phytotheraphy. Modern Herbal Medicine

Shane, S. M. 1997. Pedoman Penyakit Unggas. American Soybean Association

Utami, W dan Mangestuti. 1985. Skrinning Farmakologi Antidiare dari infus Rimpang Kunyit dan Mekanisme Kerjanya.

Hanik, M. 2003. Diferensial Leukosit Ayam yang Diinfeksi Eimeria tenella Setelah Pemberian Serbuk Kunyit Pada Pakan.

<

p style=”text-align: justify;”> 

Terkait

Komentari

Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan
Harga Komoditas