PENANGANAN KEMBUNG PADA TERNAK RUMINANSIA

PENANGANAN KEMBUNG PADA TERNAK RUMINANSIA

Disusun oleh : Jamaluddin ZA, S.Pt (Kasi Budidaya Ternak Dinas Peternakan Kab. Lebak)

Kembung sering juga disebut tympani atau bloat adalah terjadinya penumpukan gas yang berlebihan pada perut bagian kiri sehingga kelihatan lebih menonjol.  Keadaan ini membuat ternak tidak nyaman.  Kembung pada ternak ruminansia bila tidak cepat ditangani bisa menyebabkan kematian pada ternak.  Oleh karena itu sejak terlihat gejala kembung pada ternak harus segera ditangani untuk mengantisipasi akibat buruk yang mungkin terjadi.  Penanganan kembung pada ternak ruminansia baik ruminansia besar maupun ruminansia kecil memiliki tahapan penanganan yang sama, hanya dosis pengobatan yang berbeda.

A. Penyebab Kembung pada Ternak Ruminansia

Penyebab kembung adalah akibat adanya kegagalan pengeluaran gas secara normal, misalnya tertutupnya saluran pencernaan.  Penyebab lain terjadi kembung akibat proses pembentukan gas dari makanan dalam lambung terlalu cepat, kembung juga bisa terjadi akibat memakan pakan yang mudah difermentasi seperti memakan terlalu banyak hijauan muda, selain itu kembung bisa disebabkan ternak memakan terlalu banyak rumput yang masih basah serta memakan buah polong polongan maupun biji bijian yang terlalu banyak.

B. Tanda-tanda Kembung pada Ternak Ruminansia

Penyakit kembung pada ternak kadang kadang disepelekan padahal resiko yang ditimbulkan akibat kembung bisa mengalami kematian pada ternak. Oleh karena itu Peternak harus mengetahui gajela-gejala ternak yang terkena kembung.  Gejala-gejala atau tanda-tanda ternak kembung adalah ternak gelisah, perut bagian kiri atas menggembung, sakit saat bernafas, perut sebelah kiri terlihat kembung, seperti ada ruang kosong di dalam perut ternak, menghentak hentakan kaki, mengais ngais perut, nafsu makan menurun, pulsus nadi meningkat, sering merejan, bila ditepuk mirip suara gendang, kadang-kadang anus sampai menonjol dan sering berkemih.

C. Penanganan Ternak Kembung

Penanganan yang harus dilakukan pada ternak kembung adalah mengusahakan ternak dalam posisi berdiri, menahan mulut dengan kayu agar tetap terbuka untuk membantu agar gas keluar dari mulut, memberikan obat kembung diantaranya anti bloat pabrikan atau obat tradisional misalnya :

  1. Minyak goreng

Minyak goreng 250 ml/ekor untuk satu ekor domba atau kambing dewasa.  Minyak goreng  dicampur dengan air hangat lalu diaduk aduk kemudian dicekokin.

  1. Soda water

Soda water banyak dijual di warung dengan berbagai merk. Soda water yang digunakan yang penting memiliki kandungan soda yang banyak.  Soda water dicekokin ke mulut ternak.

Setelah diberi obat kembung dilakukan penekanan pada bagian perut yang kembung agar keluar gas.  Kemudian menyiapkan pelepah pepaya untuk dimasukkan ke dalam rektum.  Pelepah pepaya dimasukkan melalui anus sampai keluar feses.  Hati-hati pada ujung pelepah jangan sampai runcing karena bisa melukai rektum yang mengakibatkan terjadi luka.

Jika upaya yang diatas tidak berhasil maka harus dilakukan penusukan pada bagian perut sebelah kiri belakang dengan alat trocar.  Sebelum menusukkan trocar pada perut ternak terlebih dahulu dioleskan iodine povidone.  Penusukan trocar sampai ke dalam rumen agar gas mudah dikeluarkan.  Gas dibiarkan keluar sampai perut kempes, sambil ditekan perut yang kembung untuk mempercepat gas keluar.  Jika gas sudah habis maka trocar dilepas, kemudian bekas luka dioleskan lagi dengan iodine povidone.  Apabila tidak ada trocar maka bisa pakai bambu kecil yang tajam dan dipastikan lobang bambu tidak tersumbat.

D. Pencegahan Kembung pada Ternak

Pencegahan agar tidak terjadi kembung pada ternak sebaiknya dilakukan oleh peternak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh peternak dalam rangka pencegahahan agar tidak terjadi kembung perut pada ternak adalah  :

  1. Jangan memberikan rumput yang basah pada ternak,
  2. Jangan memberikan pakan hanya dengan buah polong polongan atau biji-

          bijian tanpa dicampur dengan rumput.

  1. Jangan memberikan terlalu banyak rumput yang terlalu muda pada ternak

Dengan melakukan pencegahan kembung pada ternak diharapkan dapat menurunkan atau menghindarkan ternak dari kejadian kembung pada ternak.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Saoeni R. (2008) Penyakit pada Ternak Kambing Domba. BBDAPK. Badan

                 Pengembangan Sumberdaya Daya Manusia Pertanian. Cinaga. Bogor

 

Blowey R. W. (2004) Digestive Disorders of Calvs Bovine Medicine Deseases and

                 Husbandry of Cuttle Scond edition state Avenue. Blackwell Publishing

                  Company.

 

 

 

 

 

 

 

 

Terkait

Komentari

Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan
Harga Komoditas