MENGATASI PENYAKIT SCABIES (KUDIS) PADA TERNAK

Oleh: Iqin Zaeny Mansur, S.Pt

Penyakit Scabies adalah gangguan pada permukaan kulit akibat infestasi parasit eksternal (kutu) atau tungau Sarcoptes scabei. Penyakit ini sering juga disebut kudisan karena menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit. Bagian tubuh yang sering diserang antara lain muka, telinga, pangkal ekor, dan leher.

Tanda – Tanda Klinis :

  • Kerak – kerak pada permukaan kulit
  • Ternak merasa gatal dan selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
  • Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
  • Bagian muka dan mulut yang berwarna kemerahan atau mengering (pada kasus berat)

 

Pengobatan :

  1. Penanganan scabies paling efektif pada kasus yang berat adalah dengan penyuntikan ivermectin.
  2. Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan menggunakan: Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
  3. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada bagian kulit yang sakit.
  4. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.
  5. Campuran oli 1 cangkir, 1 sendok makan cuka, 1 sendok belerang yang sudah dihaluskan, dan 4 siung bawang merah yang sudah digerus. Campuran dioleskan pada kulit yang sakit 1 kali sehari.
  6. Cara lain mengobati scabies adalah dengan menggunakan daun Gamal atau Cebreng atau Gliricidae muculata.

Daun gamal yang digunakan adalah daun yang sudah tua, tetapi masih lunak dari pohon gamal berumur lebih dari 6 bulan. Semakin tinggi kadar kumarin dalam daun, maka semakin baik efeknya sebagai obat scabies.

Cara mudah untuk mengetahui daun dengan kadar kumarin tinggi adalah dengan cara merobek daun dan mencium aromanya, daun dengan kadar kumarin tinggi biasanya memiliki aroma yang lebih menyengat.

Cara pembuatan obat scabies dari ekstrak minyak daun gamal pun sangat mudah :

  1. Daun gamal yang sudah kita pisahkan dari rantingnya, selanjutnya kita cincang kecil-kecil, kemudian dihaluskan dengan ditumbuk.
  2. Jika daun sudah lebih halus dan telah sedikit mengeluarkan minyak, maka selanjutnya kita masukkan kedalam panci untuk dimasak dengan dicampur minyak goreng sawit.
  3. Takaran untuk penggunaan daun gamal dan minyak sawit yaitu 1:2 (jika daun gamal 100 gr, maka minyak sawitnya 200 gr).
  4. Setelah tercampur, selanjutnya kita rebus hingga mendidih.
  5. Setelah itu, suhu kita turunkan dan tetap direbus hingga 1 jam kedepan, kemudian kita dinginkan.
  6. Setelah dingin, hasil ekstrak tersebut kemudian diangkat dan disaring dengan kain sambil diperas sampai minyaknya tersaring sempurna.
  7. Hasil saringan kita simpan ke dalam botol gelap (berwarna) dan dapat kita simpan pada suhu ruang sampai 1 minggu. Jika disimpan pada lemari es dengan suhu 4 derajat celcius bisa bertahan sampai 6 bulan.

Ekstrak minyak daun gamal juga bisa langsung kita aplikasikan ke ternak yang terkena scabies.

Pencegahan :

  • Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat.
  • Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
  • Mandikan ternak dua minggu sekali.
  • Bersihkan kandang seminggu sekali.

 

                                                                                                                                Gambar Tanaman Gamal/Gliricidae muculata

 

Daftar Pustaka:

  1. Syukur Abdul, Ir., 2017, 99% Gagal Beternak Kambing, Penebar Swadaya, Jakarta
  2. Kaleka Norbertus & Haryadi Nur Kholis, 2013, Beternak Kambing Tanpa Bau, Angon, dan Ngarit, Cetakan I, Arcita, Surakarta
  3. Abdurrosyid8 Januari 2019, https://www.kampustani.com/obat-alami-scabies-kambing/
  4. Fitradayanti Marita Tassa, 18-06-2016 09.00, Apa Itu Penyakit Scabies, http//: Liputan6.com

Terkait

Komentari

Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan
Harga Komoditas