KESEHATAN DAN PENYAKIT HEWAN MENULAR TERNAK RUMINANSIA  (SAPI, KERBAU, KAMBING, DOMBA)

KESEHATAN DAN PENYAKIT HEWAN MENULAR TERNAK RUMINANSIA  (SAPI, KERBAU, KAMBING, DOMBA)

Oleh : drh. Hanik Malichatin, M.Sc.

       Kesehatan ternak sangat penting karena jika ternak tidak sehat akan menyebabkan kerugian pada petani diantaranya  : gangguan pertumbuhan (pertambahan berat badan harian rendah),gangguan reproduksi,  dan kematian ternak.  Oleh karena itu, dalam pemeliharaan ternak perlu mengetahui sedini mungkin gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit secara umum. Bila dijumpai ternak sakit, untuk menghindari terjadinya penularan penyakit lebih lanjut “ ternak sakit sebaiknya dipisahkan dari ternak sehat”  dan “segera ambil tindakan pengobatan”.

 

ANTHRAK (Radang Limpa) :

       Anthrak adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang menyerang pada ternak ruminansia. Hewan rentan :  Sapi, kambing, domba, dan babi. Gejala Klinis: demam mencapai 41,5oC, keluar darah dari lubang kumlah (hidung, telinga, mulut,anus, lubang kelamin), darah berwarna hitam seperti teer (oli bekas) yang keluar dari lubang kumlah, bangkai cepat membusuk dan sangat menggembung, selaput lendir kebiruan. Pengendalian : Bangkai hewan dengan gejala antraks dilarang keras dipotong/dibuka, tidak boleh ada lalu lintas ternak dari dan ke daerah tertular, bangkai hewan yang mati karena antraks dimusnahkan dan dibakar, kandang dan perlengkapan dihapus hamakan.

 

SEPTISEMIA EPIZOOTICA (SE)

       Septicaemia Epizootica (SE) adalah penyakit yang disebabkan Bakteri Pasteurella multocida. Hewan Rentan : sapi dan kerbau. Gejala Klinis : mengeluarkan suara ketika bernafas atau ngorok, demam, gemetar,  hewan batuk dan kurus. Pengendalian : dilarang memasukkan hewan dari daerah tertular, vaksinasi setahun sekali pada saat tidak ada kejadian penyakit.

 

INFECTIOUS BOVINE RHINOTRACHEITIS (IBR)

       Infectioous Bovine Rhinotracheitis (IBR) adalah penyakit infeksi saluran pernafasan pada sapi yang disebabkan oleh Herpesvirus. Hewan Rentan : Sapi. Gejala Klinis : demam, lesu, hipersalivasi (air ludah keluar berlebihan), lakrimasi (keluar air mata), kebengkakan pada konjungtiva, ingus kental menyebabkan penderita bernafas dengan mulut dan menjulurkan leher kedepan dan Infeksi virus pada mukosa vagina dan vulva. Pengendalian : ternak yang sakit diisolasi, pengobatan dan pemberian vitamin, dan menghindari kawin alam betina sehat dengan jantan terinfeksi IBR.

 

BRUCELLOSIS (PENYAKIT KELURON MENULAR)

       Brucellosis adalah penyakit keluron yang disebabkan oleh bakteri Brucella abortus yang menyebabkan keguguran pada trimester pertama kebuntingan. Hewan Rentan : sapi, kerbau, kambing, domba. Gejala Klinis : keguguran pada usia kebuntingan lanjut (6-8 bulan), pada sapi jantan yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala scrotum membengkak. Pengendalian : foetus (anak sapi) yang lahir mati karena keguguran harus dikubur atau dibakar

 

ORF/CACAR MULUT

       Orf adalah penyakit  cacar yang disebabkan parapox virus yang mengakibatkan kulit yang terinfeksi  tampak berkeropeng. Hewan Rentan : Kambing, domba. Gejala Klinis : benjolan-benjolan pada sudut bibir, lama-kelamaan meluas ke daerah sekitar mulut dan hidung serta mengeluarkan bau yang busuk. Pengendalian : hindarkan penggembalaan di daerah yang tertular dan pengobatan.

 

TYMPANI/KEMBUNG

       Timpani/kembung adalah penimbunan gas pada saluran pencernaan yang disebabkan pemberian jenis makanan yang cepat mengalami fermentasi dan hewan tidak mampu untuk mengimbangi pengeluaran gas sehingga gas tersebut tertimbun di dalam lambung. Hewan Rentan : sapi, kerbau, kambing, domba. Gejala Klinis : Hewan tampak gelisah, sulit bernafas, perut pada bagian kiri membesar dan apabila dipukul-pukul akan berbunyi seperti kendang, punggung membungkuk. Pengendalian :berikan pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi, hindari pemberian pakan yang terlalu banyak dari golongan leguminose dan biji-bijian, sebaiknya perbandingan dengan rumput adalah 50 %,hindari pemberian rumput muda yang terlalu banyak, pengobatan mulut diganjal kayu hingga terbuka, lalu minumkan minyak kelapa sebanyak 100-200 ml.

 

HELMINTHIASIS/PENYAKIT CACINGAN

       Helminthiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infestasi cacing Fasciola gigantica (cacing hati), Neoascaris vitulorum (cacing gelang), Haemonchus contortus (cacing lambung), Thelazia rhodesii (cacing mata), Ostertagia circumcincta, Trichostrongilus vitrinus, Trichostrongilus colubriformis, Nematodirus battus. Hewan Rentan : Sapi, kerbau, kambing, domba. Gejala Klinis : pembengkakan di bawah rahang atau perut bagian bawah dan kadang-kadang timbul diare; kurus, pada fasciolosis terlihat gejala mata kekuningan. Pengendalian :memberantas induk semang larva cacing fasciola yaitu siput, sebaiknya pakan ternak segar jangan diambil dari daerah yang basah, dan pengobatan cacing secara rutin.

 

PINK EYE

        Pink eye adalah penyakit mata akut yang menular dan ditandai dengan kemerahan dan kekeruhan pada selaput. Gejala klinis : kemerahan pada bagian mata yang putih dan diikuti oleh bengkaknya kelopak mata dan belekan. Pengendalian : pengobabatan segera dan ternak yang sakit dipisahkan dari ternak yang sehat.

 

SCABIES (KUDIS MENULAR/BUDUKAN)

       Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan ektoparasit yang menyerang bagian kulit ternak. Gejala Klinis : gatal dan selalu menggarukgaruk, menggosok-gosokkan atau menggigit-gigit bagian tubuhnya, luka-luka dan lecet-lecet tubuh, Kulit mengeras, menebal. Pengendalian : segera lakukan pengobatan.

 

 DAFTAR PUSTAKA

Ronohardjo P, Dr. 1985. Annual Report. Reseach Institute for Animal Disease Agency for Agricultural Reseach and Development. Bogor

Akoso Tri B drh. MSc. PhD. 1999. Manual Standar Diagnostik Paenyakit Hewan. Direktorat Jenderal Peternakan dan Japan International Cooperation Agency (JICA)

Wiryanto Eddy H, Ir. MM. 2006. Penanganan Penyakit Hewan Ternak. Subdin Pengembangan Sumberdaya dan Kelembagaan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten. Serang

 

 

 

Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan

Kerbau : Rp. 4,5jt
Sapi : Rp. 9jt

Harga Komoditas