PELAYANAN KESEHATAN HEWAN

PELAYANAN KESEHATAN HEWAN

oleh : drh. Hanik Malichatin, M.Sc. (Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan)

     Pelayanan Kesehatan Hewan (pengawasan, pengobatan dan pencatatan penyakit hewan) Dinas Peternakan Kabupaten Lebak dilaksanakan di 28 Kecamatan. Target sasaran pelayanan kesehatan hewan adalah ternak masyarakat, kelompok ternak, kemitraan dan hewan kesayangan. Jenis kegiatan yang di laksanakan yaitu memberikan pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan kepada hewan dalam rangka pencegahan, observasi, diagnosis, pengobatan, perawatan, pemulihan kesehatan dan rehabilitasi. Metode yang diterapkan yaitu pelayanan aktif, semi aktif dan pelayanan pasif pada masyarakat. Pelayanan Pasif adalah pelayanan yang dilakukan  dimana pemilik hewan membawa hewan ke Dinas Peternakan, UPTD Peternakan dan PUSKESWAN. Pelayanan semi aktif adalah pelayanan yang dilakukan oleh Petugas dengan cara mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan dari pemilik hewan. Pelayanan aktif adalah pelayanan yang dilakukan oleh Petugas di tempat Pelayanan Kesehatan Hewan atau kelompok ternak pada lokasi tertentu.

      Pelayanan kesehatan hewan tahun 2016 sebanyak 15.898 ekor. Pelayanan kesehatan hewan berdasarkan jenis hewan yang ditangani tahun 2016 dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

      Berdasarkan grafik pelayanan keswan  diatas dapat diketahui jumlah pelayanan kesehatan hewan pada masing-masing jenis hewan dengan urutan terbesar hingga terkecil yaitu ayam, domba, itik, kerbau, puyuh, kambing, sapi, kucing, kelinci, anjing, burung, monyet dan musang. Tigabelas jenis hewan tersebut dapat di kelompokkan menjadi 4 jenis kelompok hewan yaitu Unggas (itik, Ayam); Ruminansia kecil (domba, kambing); Ruminansia Besar (Sapi, kerbau) dan Hewan Kesayangan (kucing, anjing, kelinci, monyet, burung dan musang).

       Pada tahun 2016 tercatat penyakit hewan yang ditangani sebanyak 46 jenis yaitu 27 Penyakit Hewan Menular (PHM) dan 15 Penyakit Tidak Menular PHM adalah penyakit yang ditularkan antara hewan dan hewan; hewan dan manusia; serta hewan dan media pembawa penyakit hewan lainnya melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan media perantara mekanis (air/udara/tanah/pakan/peralatan/manusia) atau media perantara biologis (virus/bakteri/amuba/jamur).

     Pelayanan Kesehatan Hewan pada Ruminansia Besar (Sapi dan Kerbau) yang tertangani Tahun 2016 yaitu 14 jenis PHM dan 13 jenis Penyakit Tidak Menular. PHM dengan jumlah kasus terbesar hingga terkecil yaitu Helminthiasis, Scabies, BEF (Bovine Ephimeral Fever), Pink Eye, Enteritis, Fasciolosis, Desmatitis, Pneumonie, ISPA, Surra, Kaskado, Coccidiosis, Neosporosis dan MCF (Malignant Catharral Fever). Sedangkan kasus terbesar hingga terkecil pada Penyakit Tidak Menular Ruminansia Besar yaitu Anorexia, Malnutrisi, Tympani, Myasis, Abses, Hipocalsemia, Indigesti, Footroot, Arthritis, Keracunan, Mstitis, Grass Tetany, dan Trauma (kecelakaan). Pelayanan kesehatan hewan non penyakit pada ruminansia besar diberikan pada ternak yang untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada dengan pemberian vitamin dan penanganan setelah melahirkan. Grafik PHM dan Penyakit Tidak Menular pada Ruminansia Besar dapat dilihat pada Grafik di bawah ini :

      Pelayanan kesehatan hewan pada Ruminansia Kecil (domba dan kambing) yang tertangani Tahun 2016 sebanyak 8 jenis PHM dan 11 jenis penyakit Tidak Menular. PHM dengan jumlah kasus terbanyak hingga terkecil yaitu Helminthiasis, Scabies, Pink Eye, Orf dan Enteritis, ISPA, Pneumonie dan Dermatitis.  Sedangkan Penyakit Tidak Menular yaitu Anorexia, Tympani, Myasis, Abses, Keracunan, Hipokalsemia, Grass Tetany, Indigesti, mastitis, Footroot dan Arthritis.  Pelayanan kesehatan hewan non penyakit pada ternak ruminansia kecil post partus sebanyak 73 ekor. PHM dan Penyakit Tidak Menular pada Ruminansia Kecil dapat dilihat pada Grafik di bawah ini :

     Pelayanan kesehatan hewan pada Unggas  (ayam dan itik) yang tertangani Tahun 2016 sebanyak 9 jenis PHM dan  5 jenis penyakit tidak menular, dan pelayanan kesehatan non penyakit hewan 1 jenis.  PHM dengan jumlah kasus terbanyak hingga terkecil yaitu CRD (Chronic Respiratory Disease). AI (Avian Influenza), Snot (Coryza), Cholera, Helminthiasis, Enteritis, Dermatitis, Mareks, Candidiasis. Sedangkan penyakit hewan tidak menular yaitu anorexia, abses, arthitis, trauma (kecelakaan) dan myais. Pelayanan kesehatan hewan non penyakit pada unggas yaitu pemberian Vitamin sebanyak 5.816 ekor.

     Pelayanan kesehatan hewan pada Hewan Kesayangan  (kucing, anjing, kelinci, monyet, burung dan musang) yang tertangani Tahun 2016 sebanyak 8 jenis PHM, 6 jenis Penyakit Tidak Menular dan pelayanan  non penyakit 1 jenis (pemberian vitamin). PHM dengan jumlah kasus terbanyak hingga terkecil yaitu Scabies, enteritis, Helminthiasis, Calicivirus, Distemper, Dermatitis, Ringworm dan Panleucopenia. Sedangkan Penyakit Tidak Menular yaitu Anorexia, Otitis interna, abses, trauma (kecelakaan), myasis, dan urolithiasis. Pelayanan kesehatan hewan non penyakit sebanyak 1 jenis dengan pemberian vitamin sebanyak 13 ekor. PHM dan Penyakit Tidak Menular pada Hewan Kesayangan dapat dilihat pada Grafik di bawah ini :

     Tingginya jumlah kasus PHM kemungkinan disebabkan pakan/peralatan yang terkontaminasi bibit penyakit, penggembalaan yang berkoloni, rendahnya sanitasi kandang, perubahan musim kemarau-penghujan serta masih rendahnya kesadaran pemilik hewan terhadap kesehatan hewan. Sedangkan Penyakit Tidak Menular disebabkan karena defisiensi nutrisi pakan, manajemen pemeliharaan, trauma/kecelakaan dan gangguan metabolisme.

Terkait

Komentari

Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan

Kerbau : Rp. 4,5jt
Sapi : Rp. 9jt

Harga Komoditas